top of page

Leith Links Activity Group

Public·14 members
Austin Taylor
Austin Taylor

Kepemimpinan Dalam Organisasi Gary Yukl Pdf Download ##HOT##


2 PENDAHULUAN Kepemimpinan adalah subyek yang telah lama menarik perhatian banyak orang. Istilah yang mengkonotasikan citra individual yang kuat dan dinamis yang berhasil memimpin dibidang kemiliteran, memimpin perusahaan yang sedang berada dipuncak kejayaan, atau memimpin negara. Istilah ini juga sering dipakai untuk menggambarkan tentang keberanian dan kemampuan memimpin dalam berbagai legenda dan mitos. BAB 1 SIFAT KEPEMIMPINAN Sebagian besar gambaran sejarah kita adalah kisah tentang para pemimpin militer, politik, agama dan sosial yang dipuji atau dipersalahkan dalam suatu peristiwa sejarah yang penting, meskipun kita tidak terlalu mengetahui bagaimana peristiwa itu terjadi atau seberapa besar pengaruh kepemimpinannya. 2




Kepemimpinan Dalam Organisasi Gary Yukl Pdf Download



3 DEFINISI KEPEMIMPINAN Istilah Kepemimpinan adalah kata-kata yang diambil dari kata- kata umum dipakai dan merupakan gabungan dari kata ilmiah yang tidak didefinisikan kembali secara tepat. Maka kata ini memiliki konotasi yang tidak ada hubungannya dengan kepemimpinan sehingga mempunyai arti yang mendua. Disamping itu juga ada hal-hal yang membingungkan karena adanya penggunaan istilah lain seperti kekuasaan, wewenang manajemen, administrasi, pengendalian, dan supervisi yang juga menjelaskan hal yang sama dengan kepemimpinan. Observasi yang dilakukan oleh Bennis (1995, h. 259) masih dianggap benar hingga sekarang seperti yang dinyatakannya beberapa tahun yang lalu : Sepertinya, konsep kepemimpinan selalu kabur atau kembali menjadi tidak jelas karena artinya yang kompleks dan mendua. Jadi kita harus berjanji untuk menemukan dan menghentikan perkembangan istilah kepemimpinan. tetapi tetap saja konsep ini tidak ada yang tuntas mendefinisikannya. Peneliti biasanya mendefinisikan kepemimpinan sesuai dengan prespektif individualnya dan aspek gejala yang paling menarik perhatiannya. Setelah melakukan peninjauan mendalam terhadap literatur kepemimpinan, Stogdill (1974, h. 259) menyimpulkan bahwa : terdapat banyak definisi kepemimpinan yang banyaknya sama dengan jumlah orang yang mendefinisikan konsep ini. 3


4 TEBEL 1-11 : Definisi Kepemimpinan 1. Kepemimpinan adalah perilaku individu..yang mengarahkan aktivitas kelompok untuk mencapai sasaran bersama (Hemphill & Coons, 1975, h. 7). 2. Kepemimpinan adalah pengaruh tambahan yang melebihi dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan organisasi secara rutin (D. Katz & Kahn, 1978, h. 528). 3. Kepemimpinan dilaksanakan ketika seseorang.memobilisasi.sumber daya institusional, politis, psikologis, dan sumber-sumber lainnya untuk membangkitkan, melibatkan dan memenuhi motivasi pengikutnya (Burns, 1978, h. 18). 4. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir untuk mencapai sasaran (Rauch & Behling, 1984, h. 46). 5. Kepemimpinan adalah proses memberikan tujuan (arahan yang berarti) ke usaha kolektif, yang menyebabkan adanya usaha yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan (Jacobs & Jaques, 1990, h. 281). 6. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk bertindak di luar budaya untuk memulai proses perubahan evolusi agar menjadi lebih adaptif (E.H. Schein, 1992, h. 2). 7. Kepemimpinan adalah proses untuk membuat orang memahami manfaat bekerja bersama orang lain, sehingga mereka paham dan mau melakukannya (Drath & Palus, 1994, h. 4). 8. Kepemimpinan adalah cara mengartikulasikan visi, mewujudkan nilai dan menciptakan lingkungan guna mencapai sesuatu (Richard & Eagel, 1986, h. 4). 4


7 1. Peran Khusus atau Proses Pemberian Pengaruh Bersama Perdebatan penting dalam pembahasan kepemimpinan adalah apakah kepemimpinan harus dipandang sebagai peran khusus atau proses pemberian pengaruh bersama. Salah satu pandangan menyatakan bahwa dalam setiap kelompok terdapat peran khusus yang mencakup peran kepemimpinan yang memiliki tanggung jawab dan fungsi yang tidak dapat dibagi-bagi terlalu luas karena dapat membahayakan aktivitas kelompok. Orang yang diharapkan melaksanakan peran kepemimpinan ditunjuk sebagai pemimpin, sedangkan anggota yang lainnya disebut pengikut. 2. Jenis Proses Pemberian Pengaruh Perdebatan mengenai definisi kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan siapa yang menggunakan pengaruh tetapi juga jenis pengaruh yang digunakan dan apa hasilnya. Beberapa ahli teori membatasi definisi kepemimpinan dengan penggunaan pengaruh yang menghasilkan komitmen yang tinggi dari para pengikut yang berlawanan dengan ketidakrelaan atau keengganan untuk mematuhi. Para ahli teori ini menyatakan bahwa seseorang yang menggunakan kontrol atas penghargaan dan hukuman untuk memanipulasi atau memaksa para pengikutnya tidaklah benar-benar memimpin mereka dan tidak etis karena itu merupakan penyalahgunaan kekuasaan. 7


8 3. Tujuan Mempengaruhi Perdebatan lainnya yang berkaitan dengan usaha mempengaruhi adalah yang berkaitan dengan tujuan dan hasil kepemimpinan. Salah satu pandangan menyatakan bahwa kepemimpinan terjadi hanya ketika orang terpengaruh untuk melakukan yang etis dan bermanfaat bagi organisasi dan dirinya sendiri. Definisi kepemimpinan ini tidak meliputi usaha mempengaruhi yang tidak relevan atau menentukan bagi para pengikut, seperti usaha pemimpin untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan para pengikutnya. 4. Pengaruh Berdasarkan Penalaran atau Emosi Beberapa definisi kepemimpinan yang disebutkan sebelumnya menekankan pada proses rasional dan kognitif. Pada masa lalu pandangan tentang kepemimpinan merupakan proses dimana pemimpin mempengaruhi pengikutnya untuk meyakini bahwa mereka akan untung jika bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Hingga tahun 1980-an beberapa konsep kepemimpinan mengenali pentingnya emosi sebagai dasar untuk memberikan pengaruh. 8


9 5. Kepemimpinan Versus Manajemen Perdebatan terus berlanjut yang berkaitan dengan perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen. Jelaslah bahwa seseorang bisa menjadi pemimpin tanpa harus menjadi manajer, dan seseorang bisa menjadi manajer tanpa harus memimpin. Pendapat beberapa penulis : Bennis & Nanus, 1985 berpendapat bahwa kepemimpinan dan manajemen adalah berbeda secara kualitatif dan saling meniadakan. Bass, 1990 memandang memimpin dan mengelola sebagai proses yang berbeda. Kotter, 1990 membedakan antara manajemen dan kepemimpinan dalam hal proses inti dan hasil yang diharapkan. Rost, 1991 mendefinisikan manajemen sebagai hubungan wewenang yang ada antara manajer dengan bawahannya untuk memproduksi dan menjual barang serta jasa. Sedangkan kepemimpinan sebagai hubungan pengaruh ke berbagai arah antara pemimpin dan bawahannya yang mempunyai tujuan yang sama dalam mencapai perubahan yang sebenarnya. 9


13 EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN Seperti definisi kepemimpinan, konsep pemimpin yang efektif juga berbeda antar satu pakar dengan pakar lainnya. Kriteria yang dipilh untuk mengevaluasi efektivitas kepemimpinan mencerminkan bagaimana peneliti menentukan konsep kepemimpinan secara eksplisit maupun implisit. Sebagian besar peneliti mengevaluasi efektivitas kepemimpinan berdasar konsekuensi dari tindakan pemimpin bagi pengikut dan komponen lainnya dalam organisasi. Ukuran yang paling banyak digunakan untuk mengukur efektivitas pemimpin adalah seberapa jauh unit organisasi pemimpin tersebut berhasil menunaikan tugas pencapaian sasarannya. Hasil Segera dan Hasil Tertunda 1. Hasil Segera hasil yang cepat dari usaha mempengaruhi akan terjadi bila para pengikut mau melakukan tugas yang diminta pemimpin. 2. Hasil Tertunda dampak tertunda dari kepemimpinan tergantung kepada seberapa baik para pengikut melaksanakan tugastugasnya. Dua jenis dampak tersebut mungkin konsisten atau tidak konsisten. Jika dampaknya tidak konsisten, hasil segera mungkin berbeda dengan hasil tertunda. 13


16 TINJAUAN TERHADAP PENDEKATAN UTAMA PENELITIAN Daya tarik kepemimpinan sebagai subyek penelitian dan sebagai konsep kepemimpinan yang berbeda telah menghasilkan literatur yang sangat luas pembahasannya dan sangat membingungkan. Upaya untuk menyusun literatur berdasarkan pendekatan atau pandangan utama tidaklah terlalu berhasil. Satu dari cara yang lebih berguna untuk menggolongkan teori dan riset kepemimpinan adalah menurut jenis variabel yang paling diberikan penekanan. 1. Karakteristik Pemimpin TIGA JENIS VARIABEL 2. Karekteristik Pengikut Sebagian besar teori kepemimpinan lebih menekankan pada satu kategori tertentu sebagai dasar utama untuk menjelaskan kepemimpinan yang efektif. Karenanya, akan bermanfaat jika menggolongkan teori dan penelitian empiris kedalam lima pendekatan berikut ini : (1) pendekatan ciri, (2) pendekatan perilaku, (3) pendekatan kekuatan pengaruh, (4) pendekatan situasional, dan (5) pendekatan terpadu. 3. Karakteristik Situasi 16


19 GAMBAR 1-2 : Hubungan Sebab Akibat Antar Jenis Utama Variabel Kepemimpinan Ciri dan Keterampilan Pemimpin Perilaku Pemimpin Proses Pengaruh Variabel Situasional Sifat dan Perilaku Pengikut Terbukti bahwa dari desain penelitian yang semakin baik yang terakumulasi dari tahun ke tahun, para peneliti melakukan kemajuan dalam mengungkap bagaimana ciri pemimpin berhubungan dengan perilaku dan efektivitas kepemimpinan. Hasil Kerja 19


20 Pendekatan Perilaku diawali pada tahun 1950-an setelah para peneliti tidak puas dengan pendekatan ciri dan mulai memberikan perhatian yang lebih mendalam terhadap apa yang sebenarnya dilakukan oleh manajer dalam pekerjaannya. Pertama-tama peneliti munguji bagaimana manajer menggunakan waktunya dan pola aktivitas, tanggung jawab dan fungsi spesifik dari pekerjaan manajerial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif untuk pengumpulan data. Kedua memberikan perhatian utama dalam mengidentifikasi perilaku kepemimpinan yang efektif. Metode penelitian yang lebih disukai adalah studi survey lapangan yang menggunakan kuesioner diskripsi perilaku. 20


22 Pendekatan Situasional menekankan pentingnya faktor kontekstual yang mempengaruhi proses kepemimpinan. Variabel situasional yang penting adalah karakteristik pengikut, sifat pekerjaan yang dilakukan oleh unit pemimpin, jenis organisasi dan sifat lingkungan eksternal. Metode penelitian utama yang digunakan adalah studi komparatif terhadap dua situasi atau lebih. Variabel dependen mungkin saja berupa persepsi dan sikap manajerial, aktivitas, dan pola perilaku manajerial, atau proses pengaruh. Asumsi yang dipakai adalah perbedaan atribut akan efektif dalam situasi yang berbeda, dan atribut yang sama tidak akan optimal untuk berbagai macam situasi. Teori yang menjelaskan hubungan ini terkadang disebut teori kontinjensi kepemimpinan 22


About

Welcome to the group! You can connect with other members, ge...

Members

Group Page: Groups_SingleGroup
bottom of page